Beranda Polri Polda Kalteng Kenal di TikTok, Diajak VCS lalu Diperas, Mahasiswa yang Juga Barista di...

Kenal di TikTok, Diajak VCS lalu Diperas, Mahasiswa yang Juga Barista di Palangka Raya Curhat Sambil Menangis ke Cak Sam Polda Kalteng

11
0

MALAPINEWS, PALANGKA RAYAMahasiswa Barista Palangka Raya Diperas VCS setelah berkenalan dengan seseorang melalui TikTok. Korban mengaku orang tersebut mengajak melakukan video call sex (VCS), merekam aktivitas tersebut, lalu meminta uang Rp400 ribu sambil mengancam menyebarkan video pribadi.

Mahasiswa berusia 20 tahun itu bekerja sebagai barista sambil kuliah. Ia mengaku panik setelah menerima ancaman tersebut hingga akhirnya meminta bantuan Cak Sam Polda Kalimantan Tengah.

Kenalan di TikTok Berujung Pemerasan

Kumbang, bukan nama sebenarnya, mulai mengenal seseorang melalui TikTok. Keduanya saling bertukar pesan selama beberapa hari hingga komunikasi mereka semakin dekat.

Saat hubungan komunikasi mulai intens, orang tersebut mengajak Kumbang melakukan VCS. Kumbang mengaku orang itu merekam layar percakapan tanpa meminta izin.

Setelah merekam aktivitas tersebut, orang itu mengirim video kepada Kumbang. Ia lalu meminta uang Rp400 ribu dan mengancam akan mengirim video tersebut kepada pengikut TikTok serta teman korban.

Korban Kirim Uang Rp200 Ribu

Ancaman itu membuat Kumbang ketakutan. Ia kemudian mengirim uang Rp200 ribu kepada orang tersebut.

Namun, uang tersebut tidak menghentikan permintaan. Orang itu kembali meminta tambahan uang hingga Kumbang memilih menghubungi Cak Sam untuk meminta pertolongan.

Kumbang menyampaikan keluhannya melalui layanan pengaduan virtual.

“Permisi Cak. Saya diperas. Saya kenal dia dari TikTok. Dia ngajak VC, terus merekam layar. Sekarang dia minta Rp400 ribu. Saya sudah transfer Rp200 ribu. Saya kuliah sambil kerja. Saya panik dan takut dia kirim video itu ke followers TikTok saya. Tolong saya, Cak.”

Cak Sam Ingatkan Ancaman Hukum

Setelah menerima pengaduan, Cak Sam meminta Kumbang melapor ke Polda Kalimantan Tengah. Ia menjelaskan laporan polisi dapat membantu aparat memproses kasus tersebut.

Namun, Kumbang memilih belum membuat laporan karena merasa malu dan khawatir masalah itu semakin besar.

Cak Sam kemudian menghubungi orang yang meminta uang tersebut. Ia meminta orang itu menghentikan aksinya dan menghapus rekaman pribadi korban.

Cak Sam juga menjelaskan bahwa tindakan meminta uang dengan ancaman menyebarkan konten pribadi dapat membawa konsekuensi hukum.

Setelah mendapat peringatan, orang tersebut menghentikan permintaan uang dan tidak lagi menghubungi korban untuk meminta tambahan dana.

Warga Harus Waspada Modus Sextortion

Kasus ini menunjukkan bahwa pemerasan digital melalui media sosial masih menjadi ancaman. Pelaku biasanya membangun hubungan dengan korban sebelum memakai rekaman pribadi untuk mendapatkan keuntungan.

Masyarakat perlu berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang baru di internet. Jangan mudah mengikuti ajakan melakukan aktivitas pribadi seperti VCS dengan akun yang belum dipercaya.

Jika mengalami kejadian serupa, korban harus menyimpan bukti percakapan, rekaman, dan transaksi. Bukti tersebut dapat membantu polisi mengusut kasus serta mencari pihak yang bertanggung jawab.

(Tim Redaksi)

What do you feel about this post?

100%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini