Beranda Kab/Kota Kab. Kapuas Bupati Kapuas Siagakan 14 Posko untuk Antisipasi Karhutla

Bupati Kapuas Siagakan 14 Posko untuk Antisipasi Karhutla

9
0
Rakor - Bupati Kapuas H. M. Wiyatno saat hadir dalam rakor karhutla di Istana Isen Mulang belum lama ini.

MALAPINEWS, PALANGKA RAYA – Sebanyak 14 posko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas terus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi kebakaran. Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menyiapkan personel untuk mendukung pencegahan dan penanganan karhutla di hampir seluruh wilayah desa.

Bupati Kapuas, Haji Muhammad Wiyatno, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Penuntasan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (1/11/2026).

Wiyatno menghadiri pertemuan tersebut bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, Kepala Pelaksana BPBD, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas.

Pemerintah Ingatkan Ancaman Hotspot Baru

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq memimpin rapat koordinasi tersebut. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo turut mendampingi. Sejumlah bupati serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga mengikuti pertemuan itu.

Dalam arahannya, Hanif meminta seluruh pemerintah daerah tetap menjaga kesiapsiagaan meskipun hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara berpotensi kembali meningkat pada minggu kedua November. Kondisi ini dapat memicu kemunculan titik panas atau hotspot baru.

“Hasil analisis BMKG di minggu kedua November suhu akan kembali memanas. Kalteng sudah ada hujan, dan ini jangan sampai muncul hotspot lagi,” pinta Hanif.

Karena itu, Hanif mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengendurkan upaya pencegahan. Seluruh pihak perlu mempertahankan kesiapan personel dan memperkuat pemantauan wilayah rawan kebakaran.

Hampir Seluruh Desa di Kapuas Terdampak

Dalam rapat tersebut, Wiyatno mengungkapkan bahwa hampir seluruh desa di Kabupaten Kapuas terdampak karhutla. Untuk menghadapi kondisi itu, pemerintah kabupaten mengandalkan 14 posko yang mendapat dukungan sejumlah personel.

Menurut Wiyatno, pemerintah daerah membutuhkan kesiapsiagaan dan penanganan intensif untuk menghadapi ancaman kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mendukung upaya tersebut.

Keberadaan posko menjadi bagian penting dalam mempercepat koordinasi dan respons petugas ketika menghadapi kebakaran. Pemerintah Kabupaten Kapuas juga terus mendorong optimalisasi personel serta langkah pencegahan dini di lapangan.

Perkuat Koordinasi Antar Pemerintah

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi untuk menyamakan langkah penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berupaya memperkuat kolaborasi agar seluruh strategi berjalan efektif.

Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat fungsi posko, dan mengoptimalkan penanganan di lapangan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap risiko kebakaran dapat ditekan, masyarakat terlindungi, dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah tetap terjaga.

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini