Beranda Uncategorized Terjerat Love Scamming Polisi Gadungan di TikTok, Mahasiswi di Palangka Raya Diancam...

Terjerat Love Scamming Polisi Gadungan di TikTok, Mahasiswi di Palangka Raya Diancam Rekaman VCS Disebar Jika Tak Transfer Rp5 Juta, Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng

4
0
Cak Sam Polda Kalteng memberikan konsultasi terkait dugaan love scamming di Palangka Raya
Cak Sam Polda Kalteng memberikan konsultasi terkait dugaan love scamming di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Seorang mahasiswi berusia 20 tahun di Palangka Raya, sebut saja Bunga, mengaku menjadi korban dugaan love scamming oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Jakarta.

Terduga pelaku mengancam akan menyebarkan rekaman video call sex (VCS) jika Bunga tidak mentransfer uang sebesar Rp5 juta. Korban kemudian mencurahkan persoalannya kepada Cak Sam Polda Kalteng untuk mendapatkan konsultasi dan pendampingan.

Berawal dari Perkenalan di TikTok

Berdasarkan pengakuan Bunga, komunikasi dengan terduga pelaku bermula melalui media sosial TikTok. Hubungan tersebut kemudian berlanjut ke komunikasi pribadi hingga terjadi panggilan video yang diduga direkam oleh pelaku.

Terduga pelaku lalu mengaku terkena razia Provos. Ia mengklaim petugas menemukan rekaman VCS di dalam gawainya saat pemeriksaan.

Pelaku kemudian meminta Bunga mentransfer Rp5 juta. Ia berdalih akan menyerahkan uang tersebut kepada atasannya dan pihak media agar rekaman pribadi korban tidak tersebar.

Cerita itu membuat Bunga merasa tertekan dan takut. Ia khawatir pelaku menyebarkan rekaman pribadinya jika menolak permintaan tersebut.

Cak Sam Polda Kalteng Ingatkan Ancaman Hukum

Merasa bingung menghadapi ancaman tersebut, Bunga meminta bantuan Cak Sam Polda Kalteng untuk berkonsultasi mengenai langkah yang dapat ia tempuh.

Cak Sam memperingatkan terduga pelaku agar menghentikan tindakannya. Ia menegaskan bahwa ancaman penyebaran rekaman pribadi untuk meminta uang dapat mengarah pada tindak pidana dan berujung pada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal melalui media sosial. Terlebih, jika orang tersebut mengaku sebagai anggota aparat penegak hukum lalu meminta uang dengan dalih menyelesaikan suatu perkara.

Waspada Pemerasan Digital Berkedok Hubungan Asmara

Kasus ini menjadi pengingat bahwa identitas seseorang di media sosial belum tentu sesuai dengan kenyataan. Masyarakat perlu memeriksa kebenaran identitas seseorang melalui saluran resmi, terutama ketika orang tersebut menggunakan jabatan atau institusi tertentu untuk meminta uang.

Cak Sam mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mentransfer uang saat menerima ancaman penyebaran foto, video, atau rekaman pribadi. Pelaku pemerasan digital kerap memanfaatkan rasa takut dan malu untuk menekan korban.

Jika menghadapi situasi serupa, masyarakat sebaiknya:

  • Menyimpan bukti percakapan dan ancaman.

  • Mendokumentasikan akun media sosial serta informasi rekening yang digunakan pelaku.

  • Tidak memenuhi tuntutan uang secara terburu-buru.

  • Meminta bantuan orang tepercaya dan melaporkan dugaan tindak pidana kepada kepolisian.

Masyarakat juga perlu menjaga privasi digital dan membatasi akses orang lain terhadap konten pribadi.

Cak Sam mengajak masyarakat agar tidak takut mencari pertolongan ketika menghadapi ancaman atau pemerasan. Korban berhak memperoleh pendampingan dan melaporkan dugaan kejahatan tanpa harus menghadapi tekanan seorang diri.

Catatan redaksi: Karena kasus ini berdasarkan pengakuan korban, gunakan istilah dugaan, terduga pelaku, dan mengaku sampai ada konfirmasi atau penetapan resmi dari pihak berwenang. Hindari menampilkan identitas maupun rekaman pribadi korban.

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini