Beranda Kab/Kota Kab. Kotawaringin Timur Kasus DBD Kotim Alami Kenaikan

Kasus DBD Kotim Alami Kenaikan

11
0

MALAPINEWS, SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, angka kasus sempat turun pada awal 2026. Kenaikan itu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim memperkuat Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Selama Januari hingga Juni 2026, Dinkes mencatat 139 kasus dengue. Dinkes merinci 41 kasus Demam Dengue (DD), 93 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dan lima kasus Dengue Shock Syndrome (DSS).

Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan tren kenaikan mulai muncul pada Maret.

“Secara keseluruhan hingga akhir Juni terdapat 139 kasus, terdiri dari 41 kasus Demam Dengue (DD), 93 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dan lima kasus Dengue Shock Syndrome (DSS),” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Kasus Naik Sejak Maret

Januari mencatat 24 kasus. Februari mencatat sembilan kasus.

Memasuki Maret, angka kasus naik menjadi 18. April kembali mencatat kenaikan hingga 19 kasus.

Mei mencatat lonjakan tertinggi. Dinkes melaporkan 40 kasus. Angka itu mencakup 19 kasus DD, 19 kasus DBD, dan dua kasus DSS.

Juni mencatat 29 kasus. Dinkes melaporkan dua kasus DD, 25 kasus DBD, dan dua kasus DSS.

Pemkab Perkuat Pencegahan

Pemkab Kotim menerbitkan Instruksi Bupati Kotim Nomor 100.3.4.2/735/DINKES/2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Instruksi itu mengarahkan seluruh organisasi perangkat daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kelurahan untuk menggerakkan masyarakat setiap pekan.

Warga perlu menguras tempat penampungan air secara rutin. Warga juga perlu menutup rapat tempat penyimpanan air. Selain itu, warga perlu memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Dinkes juga mengimbau warga memakai larvasida. Masyarakat dapat memelihara ikan pemakan jentik. Warga juga bisa memasang kawat kasa pada ventilasi rumah. Kelambu dan obat antinyamuk juga membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Kewaspadaan Terus Ditingkatkan

Pemkab Kotim meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Tim Penggerak PKK, kader kesehatan, tokoh masyarakat, satuan pendidikan, serta media massa perlu memperluas edukasi kepada masyarakat. Langkah itu mendorong warga menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Dinkes terus memantau perkembangan kasus di seluruh wilayah Kotim. Petugas kesehatan segera melaporkan setiap kenaikan kasus kepada Bupati Kotim melalui Dinas Kesehatan. Pemerintah kemudian mengambil langkah penanganan lebih cepat apabila muncul potensi KLB. (tim

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini