Beranda Headline Kenal di Telegram Diajak VCS, Barista di Kapuas Diancam Disebarkan Video Syurnya...

Kenal di Telegram Diajak VCS, Barista di Kapuas Diancam Disebarkan Video Syurnya Curhat Virtual Tengah Malam ke Cak Sam Polda Kalteng, Pelaku Minta Maaf

19
0

Malapinews, KAPUAS – Seorang barista kafe di Kuala Kapuas, berinisial Kumbang (25), mengaku menjadi korban pemerasan setelah mengikuti video call sex (VCS) dengan seseorang melalui Telegram.

Kumbang kemudian menghubungi Cak Sam Polda Kalteng secara virtual pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Ia mengaku mendapat ancaman dari seseorang yang merekam percakapan video tersebut.

Awal Mula Kenal di Telegram

Kumbang mengatakan seseorang yang tidak ia kenal tiba-tiba menghubunginya melalui Telegram. Kemudian, orang tersebut mengajak Kumbang melakukan panggilan video.

“Saya ingin melaporkan bahwa saya kena scam berupa video call. Saya diperas dan diancam disebarluaskan video saya,” kata Kumbang kepada Cak Sam.

Saat menerima panggilan, Kumbang mengaku lupa mematikan kamera. Tak lama kemudian, lawan bicaranya menampilkan adegan seksual melalui layar video.

Kumbang mengaku kaget melihat tayangan tersebut. Namun, rasa panik membuatnya tetap mengikuti arahan lawan bicara.

Setelah percakapan itu, orang tersebut menghubungi Kumbang kembali. Ia kemudian meminta sejumlah uang sambil mengancam akan menyebarkan rekaman video.

Korban Transfer Rp500 Ribu

Awalnya, pelaku meminta uang dengan alasan untuk melakukan “pembersihan” rekaman dan media.

Kumbang kemudian mengirim uang tersebut. Ia melakukan dua transaksi dengan total Rp500 ribu.

“Saya sudah transfer Rp500 ribu untuk beberapa uang yang dia minta untuk pembersihan. Dari e-wallet DANA Rp200 ribu dan BRImo Rp300 ribu,” ujarnya.

Namun, pelaku kembali meminta uang. Kali ini, ia meminta tambahan Rp1 juta.

Pelaku menyebut uang tersebut sebagai biaya “pembersihan media” dan percakapan WhatsApp. Karena merasa tertekan, Kumbang akhirnya meminta bantuan Cak Sam Polda Kalteng.

Cak Sam Hubungi Pelaku

Setelah mendengar cerita Kumbang, Cak Sam segera menghubungi orang yang diduga melakukan pemerasan.

Cak Sam memperingatkan pelaku agar tidak menyebarkan rekaman pribadi korban. Selain itu, Cak Sam mengingatkan pelaku tentang konsekuensi hukum atas penyebaran konten pornografi.

Cak Sam juga meminta pelaku menghapus rekaman video tersebut. Selanjutnya, ia meminta pelaku menghentikan permintaan uang kepada korban.

Setelah menerima peringatan Cak Sam, pelaku menyampaikan permintaan maaf.

Masyarakat Perlu Waspada

Kasus Kumbang menunjukkan risiko menerima panggilan video dari orang yang baru berkomunikasi melalui media sosial atau aplikasi pesan.

Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika menerima ajakan VCS dari akun yang belum dikenal. Pelaku dapat merekam percakapan video dan memanfaatkan rekaman tersebut untuk meminta uang.

Selain itu, korban sebaiknya tidak langsung memenuhi permintaan pelaku ketika menerima ancaman. Korban dapat menyimpan percakapan, identitas akun, nomor telepon, bukti transfer, dan pesan ancaman.

Dengan menyimpan seluruh bukti tersebut, korban dapat membantu pihak berwenang menelusuri pelaku. Jika menghadapi kejadian serupa, korban juga sebaiknya segera mencari bantuan dan melapor kepada pihak berwenang.

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini