Beranda Headline Kenal di Omi Diajak Pacaran Online Dan VCS, Perawat di Palangka Raya...

Kenal di Omi Diajak Pacaran Online Dan VCS, Perawat di Palangka Raya Diancam Disebarkan Video Syurnya Dan Tertipu Jasa Hapus Video Rp 1 Juta Melayang

16
0
ancaman sebar video
Ilustrasi Kasus Love Scamming

Malapinews, Palangka Raya – Seorang perawat di Palangka Raya, sebut saja Bunga (25), menghadapi dua masalah setelah berkenalan dengan seorang pria melalui aplikasi pertemanan Omi. Pria tersebut mengajak Bunga menjalani hubungan pacaran secara daring hingga melakukan video call sex (VCS).

Setelah Bunga mengakhiri hubungan, pria tersebut mengancam akan menyebarkan rekaman VCS. Bunga kemudian mencari jasa penghapusan video melalui TikTok. Bukannya mendapat bantuan, Bunga justru kehilangan uang Rp1 juta.

Perawat di Palangka Raya Kenal Pria dari Omi

Bunga menceritakan pengalamannya kepada Cak Sam Polda Kalteng pada Selasa (1/9/2026). Ia mengaku awalnya hanya berkenalan dan berkomunikasi dengan pria tersebut melalui media sosial.

Seiring komunikasi, pria itu mengajak Bunga melakukan VCS. Bunga mengaku sudah beberapa kali menolak ajakan tersebut. Namun, pria itu terus memaksanya hingga Bunga akhirnya mengikuti kemauannya.

Bunga berusaha menyembunyikan wajahnya saat melakukan VCS. Namun, pria tersebut ternyata merekam percakapan video itu. Rekaman tersebut juga menampilkan wajah Bunga.

Putus Pacaran, Bunga Diancam Sebar Video VCS

Setelah menyadari rekaman tersebut, Bunga mulai menjauh dan memutuskan hubungan. Namun, pria itu justru menghubunginya kembali dengan ancaman.

Pelaku mengancam akan menyebarkan foto dan video pribadi Bunga. Ia bahkan mengancam mengirimkan konten tersebut ke tempat Bunga bekerja di sebuah rumah sakit di Palangka Raya.

Bunga mengaku takut menghadapi ancaman tersebut.

“Awalnya saya kenal pria ini di sosmed. Setelah beberapa kali komunikasi, ada satu waktu saya dipaksa menemani dia VCS. Saya sudah menolak berkali-kali, tetapi karena paksaan dia, saya akhirnya mengikuti perkataannya, Cak,” curhat Bunga kepada Cak Sam.

Bunga juga mengaku menyesali keputusannya mengikuti VCS tersebut. Ia kemudian mencari cara untuk menghapus foto dan video yang pria itu rekam.

Cari Jasa Hapus Video, Bunga Malah Rugi Rp1 Juta

Dalam kondisi panik, Bunga mencari jasa penghapusan foto dan video melalui TikTok. Ia kemudian berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku mampu menghapus data tersebut dari jarak jauh.

Bunga awalnya percaya dengan jasa tersebut. Namun, penyedia jasa terus meminta pembayaran dengan alasan proses penghapusan masih berlangsung.

Tanpa menyadari bahwa dirinya kembali menjadi korban penipuan, Bunga mengikuti permintaan tersebut. Ia melakukan transfer sebanyak empat kali dengan total Rp1 juta.

“Saya sudah transfer empat kali dengan jumlah Rp1 juta. Karena kebodohan saya, saya kena dua masalah berturut-turut, Cak. Saya benar-benar buntu. Satu sisi saya takut karena ancaman itu, di sisi lain saya juga kena tipu,” ujar Bunga.

Bunga berharap mendapat bantuan untuk menghadapi ancaman tersebut. Ia juga meminta pelaku berhenti menghubunginya.

Cak Sam Peringatkan Pelaku

Cak Sam kemudian menghubungi pria yang mengancam Bunga. Ia memberikan peringatan agar pelaku tidak menyebarkan foto maupun rekaman pribadi korban.

Cak Sam menjelaskan bahwa penyebaran konten pornografi dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Ia juga meminta pelaku segera menghapus rekaman VCS milik Bunga.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal melalui media sosial.

Cak Sam: Jangan Sembarangan VCS dengan Orang yang Baru Dikenal

Cak Sam mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal di dunia maya.

Menurutnya, pelaku dapat merekam layar saat korban melakukan VCS. Pelaku kemudian dapat menggunakan rekaman tersebut untuk mengancam atau memeras korban.

“Stop VCS dengan siapapun! Apalagi dengan orang yang baru dikenal di media sosial. Karena VCS bisa direkam layar dan akan dijadikan alat pengancaman dan pemerasan,” pesan Cak Sam.

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa penghapusan video atau foto pribadi dengan meminta sejumlah uang. Dalam kondisi panik, korban dapat kehilangan uang sekaligus menghadapi masalah yang lebih besar.

Jika mendapat ancaman penyebaran konten pribadi, korban sebaiknya tidak langsung mengirimkan uang kepada pelaku. Simpan bukti percakapan, nomor rekening, akun media sosial, dan rekaman komunikasi untuk membantu proses pelaporan kepada pihak berwenang.

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini