Palangka Raya – Mahasiswi dilecehkan di Palangka Raya setelah Kumbang (19), seorang mahasiswa baru, menanyakan tarif “per malam” melalui WhatsApp. Cak Sam Polda Kalteng kemudian memediasi Kumbang dan Bunga (19) di hadapan orang tua Bunga.
Bunga mengadu kepada Cak Sam bersama orang tuanya pada Jumat (4/9/2026). Ia merasa pertanyaan Kumbang merendahkan harga dirinya sebagai perempuan.
Persoalan bermula dari percakapan keduanya melalui TikTok. Bunga mengenal Kumbang sebagai alumni SMA yang memiliki hubungan pertemanan dengan sejumlah temannya.
Berawal dari Percakapan di TikTok
Awalnya, Bunga menerima Kumbang sebagai teman di TikTok. Ia mengira Kumbang hanya ingin menjalin pertemanan.
Kumbang kemudian menanyakan keberadaan Bunga melalui TikTok. Bunga menduga pria tersebut ingin mengajaknya bertemu.
Tak lama kemudian, Kumbang meminta nomor WhatsApp Bunga. Ia menyebut ada hal penting yang ingin ia tanyakan.
Bunga sempat meminta Kumbang menyampaikan keperluannya melalui TikTok. Namun, ia akhirnya memberikan nomor WhatsApp karena menganggap Kumbang memiliki niat baik.
Percakapan keduanya lalu berlanjut melalui WhatsApp. Kumbang menanyakan apakah Bunga sering keluar malam.
Bunga menjawab bahwa dirinya jarang keluar malam. Saat ini, ia sibuk menjalani aktivitas kuliah.
Kumbang kemudian mengirim pertanyaan singkat, “Berapa permalam?”
Pertanyaan itu langsung membuat Bunga terkejut. Ia sempat mengira Kumbang salah mengetik atau salah mengirim pesan.
Bunga lalu meminta penjelasan. Kumbang mengatakan bahwa ia pernah melihat perempuan yang mirip dengan Bunga di kawasan kos sekitar Giobos.
Menurut Kumbang, perempuan itu keluar malam sekitar lima hari sebelumnya. Ia juga menyebut perempuan tersebut mengenakan baju putih dan hijab berwarna krem.
Bunga membantah dugaan tersebut. Pada hari yang dimaksud, ia mengikuti rapat BEM hingga sore.
Saat itu, Bunga mengenakan baju biru bergaris dan hijab berwarna krem. Karena itu, ia mempertanyakan alasan Kumbang langsung mengaitkan perempuan tersebut dengan dirinya.
Bunga Merasa Harga Dirinya Dihina
Ucapan Kumbang membuat Bunga menangis dan gemetar. Ia merasa Kumbang telah merendahkan dirinya.
“Saya menangis, sedih dan gemetar. Menurut saya, itu penghinaan terhadap harga diri saya. Saya bukan perempuan yang bisa dibooking atau dipakai. Saya merasa dia menganggap saya perempuan yang buruk,” curhat Bunga kepada Cak Sam.
Bunga juga mempertanyakan alasan Kumbang langsung menanyakan tarif. Menurutnya, Kumbang seharusnya memastikan identitas perempuan tersebut sebelum membuat dugaan.
Ia merasa pertanyaan “berapa permalam” memiliki makna yang sangat merendahkan. Apalagi, Kumbang mengaitkannya dengan dugaan aktivitas malam yang sebenarnya tidak ia lakukan.
Kasus tersebut kemudian Bunga sampaikan kepada Cak Sam Polda Kalteng. Ia meminta bantuan agar persoalan itu tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Cak Sam Temukan Kedua Pihak
Cak Sam Polda Kalteng kemudian menghubungi Kumbang. Ia mengajak mahasiswa tersebut bertemu langsung dengan Bunga dan orang tuanya.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana mediasi. Kedua pihak mendapat kesempatan untuk menjelaskan persoalan masing-masing.
Cak Sam meminta Kumbang memahami dampak ucapannya. Ia juga mengingatkan Kumbang agar menghormati perempuan dalam setiap komunikasi.
Menurut Cak Sam, seseorang harus berhati-hati ketika berkomunikasi melalui media sosial. Sebuah pertanyaan dapat menimbulkan salah paham jika seseorang tidak mempertimbangkan pilihan kata.
Cak Sam juga meminta generasi muda menjaga etika dalam menggunakan media sosial. Ia berharap masyarakat tidak mudah membuat kesimpulan tentang orang lain.
Kumbang Minta Maaf kepada Bunga
Setelah mendengar penjelasan Bunga dan nasihat Cak Sam, Kumbang mengakui kesalahannya.
Kumbang kemudian meminta maaf kepada Bunga. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua Bunga.
Selain itu, Kumbang berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Ia juga berjanji menjaga sikap ketika berkomunikasi dengan perempuan lain.
Bunga menerima permintaan maaf tersebut dalam proses mediasi. Kedua pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan melalui jalur kekeluargaan.
Cak Sam berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi Kumbang dan generasi muda lainnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak. Pengguna juga harus menjaga ucapan dan menghormati orang lain.
Kasus mahasiswi dilecehkan di Palangka Raya ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam komunikasi digital. Setiap orang perlu memikirkan dampak sebuah pesan sebelum mengirimkannya.
Media sosial dan aplikasi pesan memang memudahkan komunikasi. Namun, pengguna tetap harus menjaga batas kesopanan dan menghormati martabat orang lain.
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad






