Beranda Headline Kompolnas Duga Pelaku Siksa Korban Sebelum Buang Jasad ke Sungai di Katingan

Kompolnas Duga Pelaku Siksa Korban Sebelum Buang Jasad ke Sungai di Katingan

15
0
RILIS - Konferensi Press Oleh Kompolnas Dan Polda Kalteng (Adit Humas Polda Kalteng)

PALANGKA RAYA, MALAPINEWSPenyerangan polisi di Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei menjadi perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Tim Kompolnas menduga pelaku menyiksa korban sebelum membuang jasad mereka ke sungai. Dugaan itu muncul setelah tim menelusuri lokasi kejadian dan mempelajari hasil autopsi.

Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam memaparkan hasil penelusuran tersebut dalam konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7/2026). Ia hadir bersama Komisioner Kompolnas Supardi Hamid dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan.

https://malapinews.com/polisi-tangkap-satu-lagi-terduga-pelaku-penyerangan-yang-tewaskan-dua-anggota-polri-di-katingan/

Penyerangan Polisi di Katingan Berawal dari Operasi Narkotika

Tim Kompolnas mendatangi lima titik yang berkaitan dengan penyerangan terhadap personel kepolisian. Selain meninjau lokasi, tim berdialog dengan warga dan meminta penjelasan dari aparat yang menangani perkara tersebut.

Selanjutnya, para komisioner mencocokkan temuan lapangan dengan hasil autopsi. Langkah itu memperkuat dugaan bahwa pelaku lebih dahulu menganiaya korban hingga meninggal sebelum membuang jasad ke sungai.

“Dari hasil penelusuran di lapangan dan autopsi, kami melihat indikasi kuat bahwa korban meninggal lebih dulu di daratan. Setelah itu, pelaku membuang jasad ke sungai,” kata Choirul Anam.

Penyerangan Polisi Berawal dari Teriakan Perampok

Operasi pemberantasan narkotika berlangsung sesuai prosedur. Personel kepolisian memperkenalkan identitas mereka saat mendatangi rumah target operasi.

Namun, keluarga target justru berteriak dan menyebut petugas sebagai perampok. Teriakan itu mengundang warga sekitar untuk datang ke lokasi hingga jumlah massa terus bertambah.

Tidak lama kemudian, kerumunan berubah menjadi aksi penyerangan. Massa menyerang personel kepolisian yang berada di lokasi sehingga beberapa anggota mengalami luka.

“Malah direspons dengan teriakan bahwa yang datang ke sana adalah perampok. Teriakan itu memicu keluarga yang rumahnya berdekatan sehingga terjadi peristiwa yang tidak diinginkan,” ujar Choirul Anam.

Polisi Mundur Hindari Korban Lebih Banyak

Para personel memilih mundur agar bentrokan tidak menimbulkan korban yang lebih banyak. Meski begitu, massa tetap mengejar aparat yang berusaha menyelamatkan diri.

Akibat serangan tersebut, tragedi itu menelan korban jiwa. Penyidik kemudian mengamankan lokasi, mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa para saksi untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Kompolnas Kawal Proses Penyidikan

Hasil autopsi memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum korban meninggal dunia. Temuan medis itu sejalan dengan fakta yang tim Kompolnas peroleh selama penelusuran di lapangan.

Karena itu, Kompolnas meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Lembaga itu juga menegaskan akan terus mengawasi proses penyidikan agar aparat penegak hukum mengungkap kasus ini secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Penyerangan polisi di Katingan kini masih menjadi fokus penyidikan Polda Kalimantan Tengah dengan pengawasan dari Kompolnas. (tim)

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini