Palangka Raya – Cak Sam Polda Kalteng bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa memediasi seorang artis Kalteng, sebut saja Bunga, dengan Mawar (nama samaran), seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Palangka Raya.
Perselisihan keduanya bermula dari komentar saat Bunga melakukan live streaming melalui akun TikTok pribadinya. Saat siaran berlangsung, Bunga memperlihatkan tato yang dimiliki suaminya.
Mawar kemudian menulis komentar yang mengandung ujaran kebencian. Bunga tidak terima dengan komentar tersebut. Ia bersama suaminya lalu membalas komentar Mawar.
Balasan tersebut juga memuat kalimat yang mengandung ujaran kebencian. Perselisihan antara keduanya kemudian berlanjut melalui media sosial.
Sebelumnya, Bunga dan Mawar belum pernah bertemu secara langsung. Namun, Mawar sudah mengenal Bunga karena publik mengenalnya sebagai selebgram dan TikToker di Kalimantan Tengah.
Cak Sam Berikan Pembinaan
Cak Sam kemudian menemui Mawar di rumahnya untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa turut mendampingi proses mediasi.
Cak Sam memberikan pemahaman kepada keduanya tentang pentingnya menggunakan media sosial secara bijak. Ia juga mengingatkan agar pengguna media sosial tidak menulis komentar yang dapat memicu perselisihan.
Selain itu, Cak Sam meminta kedua pihak menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Bunga dan Mawar kemudian memahami kesalahan masing-masing.
Setelah mendapat pembinaan, keduanya memilih mengakhiri perselisihan dan tidak memperpanjang persoalan tersebut di media sosial.
Ternyata Masih Memiliki Hubungan Keluarga
Dalam proses mediasi, muncul fakta yang tidak mereka sangka sebelumnya. Bunga dan Mawar ternyata masih memiliki hubungan keluarga.
Keduanya kemudian saling meminta maaf. Mereka juga sepakat mengambil kejadian tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial.
Perselisihan yang bermula dari komentar di TikTok itu akhirnya selesai melalui mediasi secara kekeluargaan.
Cak Sam juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat di media sosial sebaiknya tidak berkembang menjadi konflik. Pengguna dapat menyampaikan pendapat, tetapi tetap perlu memperhatikan etika dalam berkomunikasi.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah komentar di media sosial dapat menimbulkan persoalan apabila pengguna tidak mempertimbangkan dampaknya.
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad






