Beranda Polri Polda Kalteng Cak Sam Polda Kalteng Bina Remaja Korban Pacaran Online dan Konten Asusila

Cak Sam Polda Kalteng Bina Remaja Korban Pacaran Online dan Konten Asusila

25
0
Ilustrasi Mediasi Online Ala Cak Sam

MALAPINEWS, PALANGKA RAYA – Cak Sam Polda Kalimantan Tengah membina dua remaja yang terlibat hubungan pacaran online hingga bertukar konten asusila. Seorang ibu di Kabupaten Katingan melaporkan persoalan tersebut setelah menemukan konten pribadi milik putrinya.

Ibu berinisial M (40) menemukan sejumlah foto dan video asusila di telepon genggam putrinya yang masih berusia 15 tahun. Putrinya baru lulus SMP dan menjalin hubungan dengan seorang pelajar SMA berusia 16 tahun di Kota Serang, Banten.

Keduanya mengenal satu sama lain melalui Instagram. Setelah itu, mereka melanjutkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

Komunikasi Jarak Jauh Berujung Masalah

Selama menjalin hubungan jarak jauh, kedua remaja tersebut sering melakukan panggilan video. Dalam komunikasi itu, pelajar laki-laki tersebut meminta foto dan video pribadi dari korban.

Pelajar tersebut juga menyimpan beberapa rekaman yang berisi konten sensitif. Kondisi itu membuat keluarga korban khawatir karena konten tersebut dapat merugikan putrinya apabila tersebar.

Karena merasa khawatir, sang ibu kemudian meminta bantuan Cak Sam Polda Kalteng untuk mencari solusi terbaik.

Cak Sam Beri Pembinaan kepada Remaja

Setelah menerima laporan, Cak Sam langsung menghubungi pelajar laki-laki tersebut. Ia meminta remaja itu menghapus seluruh foto dan video milik korban.

Selain itu, Cak Sam mengingatkan agar kedua remaja menghentikan komunikasi yang dapat membawa dampak buruk bagi masa depan mereka.

Cak Sam juga memberikan pemahaman mengenai bahaya membagikan konten pribadi melalui internet. Ia meminta kedua remaja lebih bijak menggunakan media sosial.

Orang Tua Diminta Awasi Aktivitas Digital Anak

Cak Sam mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia digital. Menurutnya, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak dapat mencegah persoalan serupa.

Ia juga mengingatkan remaja agar tidak mudah memberikan data pribadi, foto, maupun video sensitif kepada orang lain melalui media sosial.

Dengan pengawasan keluarga yang baik, anak-anak dapat lebih memahami risiko penggunaan teknologi dan menjaga keamanan diri saat berinteraksi di ruang digital. (Tim Redaksi)

What do you feel about this post?

0%
like

Like

0%
love

Love

0%
happy

Happy

0%
haha

Haha

0%
sad

Sad

0%
angry

Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini